Tampilkan postingan dengan label olahdigital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahdigital. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Textured




Hehehehe.... lagi nyoba ngedit pake texture .... pake foto lawas... hasil aplikasi window lighting :D..... Thanks to Mbak Wulan buat pencerahannya .....

Minggu, 10 Januari 2010

Thinks like Rarindra

*Sok tau Mode On

Counter

Ratusan bahkan ribuan orang dibuat terpesona dengan karya-karya Rarindra D. Prakarsa atau lebih dikenal dengan RDP (termasuk saya), banyak juga yang mencari tau cara mengolah foto yang dilakukan oleh Rarindra. untuk yang belum pernah melihat hasi karya-karya Rarindra dapat melihatnya di link ini : http://www.rarindra.co.cc/ .


Pada kesempatan ini saya coba menganalisa bagaimana cara mengolah foto agar tampak seperti karya-karya Rarindra dengan menggunakan software photoshop. ada beberapa poin yang bisa saya analisa pada karya-karya Rarindra, yaitu :



1. Sudut pandang
2. Detail / Ketajaman Foto
3. The Mist
4. Light source
5. Tone
6. Hightligh & shadow

Sekarang saya mencoba menelaahnya satu persatu, yang pertama adalah :

I. Sudut Pandang










Jika diperhatiakan, Rarindra menggunakan sumber cahaya alami yaitu matahari, untuk memotret kegiatan anak-anak seperti foto-foto diatas kita harus memperhatikan arah sinar yang jatuh pada objek, disini terlihat bahwa Rarinda mengambil gambar dari sudut dimana bagian terang dan gelap atau setidaknya objek dapat terlihat dengan jelas.

II. Detail & Ketajaman Foto
salah satu yang menarik dari Foto-foto karya Rarindra adalah ketajamannya, sehingga tampak seperti lukisan.


ada banyak cara untuk menaikan ketajaman foto. salah satunya adalah dengan menggunakan software photoshop. cara yang biasa saya lakukan adalah :
1. duplicate layer foto
2. pilih filter>other>high pass...
3. set di radius 1 - 1.5 (tergantung tingkat ketajaman yang diinginkan)
4. ubah blending duplicate layer tadi menjadi "vivid color"

atau anda bisa menggunakan software lucisart.

III. The Mist

Sebagian besar karya-karya Rarindra bernuansa pagi, ini ditandai dengan adanya kabut / mist serta bias sinar matahari. dari sudut pandang saya, kabut disini selain untuk memperkuat nuansa pagi juga berfungsi untuk mengisolasi objek terhadap backgroud. selain dengan menggunakan kabut, Rarindra juga seirng menggunakan bidang gelap untuk mengisolasi objek sehingga point of interest dari foto tersebut dapat dengan mudah terlihat.














Bagaimana membuat kabut / bidang hitam ? sekali lagi dengan bantuan software photoshop kita bisa membuat kabut atau bidang hitam. ada banyak cara untuk membuat kabut contohnya :

i. Dengan layer putih
1. buat layer baru diatas layer foto
2. pilih gradient tool dan pilih foreground to transparant.
3. pilih warna putih pada color palette.
4. tarik dari bagian sumber cahaya pada foto.
5. ubah blending layer tersebut menjadi softlight / ovelay
6. masking bagian-bagian yang tidak ingin terkena kabut (misalnya objek)

ii. Dengan hue/saturation
anda juga bisa membuat kabut dengan hue/saturation. cara ini saya dapat dari mas Bimbo Ratuk thanks Mas untuk sharingannya . caranya adalah :

1. buat adjustment layer
2. pilih hue/saturation
3. geser lightness kearah kanan sampai intensitas yang kita inginkan
4. masking bagian-bagian yang tidak ingin tertutup kabut.

IV. Light source
 
Seperti saya sebutkan sebelumnya yang memperkuat nuansa pagi pada Foto-foto karya Rarindra adalah kabut dan bias sinar, sekali lagi banyak cara untuk membuat bias sinar. bisa dengan menggunakan photoshop atau dengan cara mudah yaitu dengan menggunakan softwa Autofx mystical lighting.

untuk membuat bias sinar dengan menggunakan photoshop bisa membacanya disini

V. Tone

Perubahan tone pada foto-foto karya Rarinda sangat beragam, disatu sisi saturasinya di kurangi (biasanya pada bagian pepohonan, atau background) di sisi lain saturasi dinaikan (biasanya pada objek dan benda-benda disekitar objek) tone-tone yang digunakan sangat sederhana, namun sulit untuk didapatkannya (terutama untuk saya).

dengan menggunakan photosop kita bisa memanipulasi tone pada foto dengan cara :

1. menambahkan adjustment layer hue/saturation dengan menggeser arah saturasi ke arah kiri.
2. menambahkan adjustment layer color balance / selective color dan bereksperimen.

VI. Hightlight & Shadow

hal utama yang membuat saya tertarik dengan karya-karya Rarindra adalah foto-fotonya adalah pencahayaannya yang sempurna (menurut saya loh, yang gak sepaham jangan sirik). menurut saya ini dihasilkan oleh penempatan daerah terang dan gelap yang pas sehingga daerah gelap dan terang tampak begitu natural.

Jika pada poin-poin sebelumnya saya sudah membahas mengenai cahaya, sekarang saya coba membahas mengenai bayangan. untuk membuat bayangan / area gelap  atau setidaknya memperkuat bayangan dengan menggunakan photoshop bisa dengan banyak cara , salah satunya yang sering saya pergunakan adalah dengan menambahkan satu layer dengan blending softlight atau overlay kemudian dengan menggunakan brush / gradient tool dan foreground colour berwarna hitam, kita bisa mulai membuat / menajamkan area gelap / bayangan pada foto kita.

sebagai tambahan, untuk menghaluskan perpindahan antara daerah terang dan gelap (terutama daerah gelap) kita bisa menambahkan satu adjustment layer lagi dengan tipe selective color, pilih warna hitam untuk di adjust, dan geser bagian "black" kearah kanan sesuai selera.

Well, demikian saja yang bisa saja analisa dari karya-karya Mas Rarindra D. Prakarsa. mudah-mudahan bermanfaat, jika ada yang tidak sesuai mohon dikoreksi. mengutip tulisan mas Bimbo, banyak jalan menuju roma !  banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan foto-foto seperti karya mas Rarindra.

Minggu, 27 September 2009

Minggu, 19 April 2009

-EKSPRESI-


Ekspresi I, good... !!

Maren hari minggu, rencana awal cuma mo nganterin bini ke salon, iseng-iseng ogut bawa kamera... pulangnya mampir dulu ke gading serpong, dah sampe sono bingung mo moto dimana karena lokasinya rame, ya udah moto-in bini aja! :D disuruh berekspresi susah banget :D, pake acara gak mo turun dari motor segala ...:D
gimana motretnya!!! , foto nya jadi cuma dapet setengah badan.

eskpresi 3    ekspresi 2

Ekspresi 1

Selasa, 17 Maret 2009

The way I produce my pictures



     "Take your own picture and edit it"
Fotografi dan Photoshop Tips Untuk pemula


     Disini saya ingin berbagi pengalaman, pandangan, dan wawasan mengenai bagaimana saya mengambil gambar diri sendiri dan kemudian mengeditnya untuk mendapatkan hasil gambar yang saya inginkan.

     Berbekal sedikit ilmu mengenai photoshop dan  kamera seadanya (Cuma Fujifilm S7000 )   saya coba mengeksplorasi kemampuan saya untuk menghasilkan gambar yang saya inginkan, sekali lagi saya tegaskan "yang saya inginkan" karena menurut pendapat saya foto/gambar/lukisan merupakan karya seni sehingga bersifat subjektif.

     Tulisan ini saya bagi menjadi 2 bagian, bagian pertama saya akan membahas mengenai cara saya mengambil gambar dan bagian kedua cara memprosesnya melalui software photoshop.

I. Proses Pengambilan Gambar
     Ok, saya langsung saja membahas bagian yang pertama, yaitu The way I take my pictures. Untuk menggantikan posisi tukang jepret kamera, saya menggunakan bantuan si kaki tiga a.k.a tripod :D . Jika Anda awam terhadap fotografi (seperti saya) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sewaktu pengambilan gambar, antara lain :

1. Mengenal Kamera Anda
    Setiap Kamera memiliki batasan, terutama jika kamera yang digunakan tidak termasuk golongan kamera profesional (SLR). Jadi ada baiknya anda mengenal kemampuan kamera anda sehingga anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal , walaupun memang kamera pocket atau semi pro jauh berbeda hasilnya dangan kamera profesional.

2. Siapkan Perlengkapan
     Sebelum bepergian (apalagi niat sudah bulat untuk jalan-jalan sambil foto-foto) hal yang perlu disiapkan adalah perlengkapan anda, ada baiknya anda mengecek perlengkapan anda sehari sebelumnya, cek apakah baterai kamera masih full, lensa tidak kotor, kartu memori masih kosong, cek juga kelengkapan yang lain seperti tripod, baterai cadangan, kartu memori cadangan, bouncer/reflektor, dll. 

3. Menentukan Set/Lokasi
    Menurut saya foto yang baik adalah dimana hanya ada Foreground,Objek, dan Background, tidak ada yang lain. jadi ada baiknya anda mengekplorasi tempat terlebih dahulu. Take a walk, carilah lokasi yang tidak ramai dan mendapatkan sumber cahaya yang cukup. Buat saya set/lokasi pengambilan gambar tidak harus selalu luas.
Foto diatas diambil dalam suasana ramainya La Bridge Ancol, kondisi sebenarnya pada saat itu seperti Foto ini :

Tips memilih lokasi : sambil berjalan-jalan, ambilah beberapa gambar spot di sekitar anda, dan lihatlah hasilnya, jika ada yang menurut anda menarik untuk di jadikan background, mungkin tempat tersebut cocok untuk dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar.

4. Penempatan Kamera
     Setelah saya mendapatkan lokasi yang cocok untuk berfoto ria, saya lanjut ke tahap berikutnya, yaitu mencari sudut pandang yang baik (angle) untuk mendapatkan komposisi gambar yang baik.

Tips : Jika anda berfoto ria di pantai, jangan arahkan kamera anda lurus ke arah bibir pantai (waktu siang -sore hari) kecuali jika anda hanya ingin memfoto pemadangannya saja, tapi jika ada objek di depannya maka anda hanya akan mendapatkan siluwet dari objeknya saja.
 
Posisi kamera menghadap bibir pantai dan matahari menyebabkan objek menjadi siluwet, hal ini terjadi karena terjadi perbedaan kontras yang jauh antara objek dan backlight.

Namun jika anda memang berniat memasukan komponen pantai dan objek masih terlihat jelas, anda bisa menggunakan lampu Flash (untuk kamera pocket mungkin cara ini tidak efektif dikarenakan settingan flash pada kamera pocket bekerja secara otomatis, dimana lampu flash akan menyala jika sensor cahaya nya mendeteksi situasi kurang cahaya ), cara lainnya adalah dengan menempatkan kamera anda sedikit sejajar dengan objek foto anda.

kamera diletakkan sedikit agak kebelakang (hampir sejajar dengan objek) sehingga posisi kamera tidak menghadap langsung matahari

5. Tentukan Titik Fokus (Object Oriented)
     Titik fokus kamera anda adalah hal utama baru kemudian komposisinya. Fokuslah tehadap objek foto anda (jika objek foto anda adalah manusia pastikan wajahnya terlihat dengan jelas/ tidak kekurangan cahaya), pastikan objek foto berada pada titik fokus kamera anda, pada kamera digital sekarang (mulai dari kamera pocket hingga DSLR) telah tersedia fasilitas Auto Fokus (AF), saran saya pergunakanlah, apalagi jika anda menggunakan kamera pocket walaupun kamera poket anda memiliki fasilitas manual fokus.
      
- Spot atau Average
       Pilih settingan fokus anda sesuai yang anda inginkan, untuk pemula saya sarankan menggukanan settingan fokus average (infinity) untuk mengindari missed focus, namun jika anda senang memotret Potrait / closeup settingan fokus spot lebih cocok digunakan . Dalam dunia fotografi ada istilah  DOF ( Dept Of Field) saya mendefinisikan istilah ini dengan luas titik fokus lensa / optik, dimana hanya sebagian area saya yang terlihat tajam (fokus) dan lainnya Blur (tidak fokus). Pada Kamera-kamera poket biasanya memiliki DOF yang luas,keculai masuk mode makro), nah kita bisa mengatasinya dengan cara memainkan Zoom pada kamera anda untuk mendapatkan DOF yang lebih kecil. Untuk lebih jelasnya mengenai DOF dapat anda baca disini .

- shooting mode (single mode vs burst mode)
  Saya selalu menggunakan continuous shooting mode (or burst mode) , hal ini saya lakukan agar saya tidak kehilangan moment.

6. Komposisi
    lanjut ke hal berikutnya, setelah titik penempatan kamera telah didapat langkah berikutnya adalah mengkomposisikan foto anda. untuk bagian komposisi saya masih menggunakan teknik dasar fotografi yang populer dengan istilah rule of the thirds . walaupun sampai saat ini saya masih belum yakin kalau foto-foto yang saya ambil sudah memenuhi kaidah rule of the thirds.

     Dalam tahap ini kita harus jeli terhadap semua komponen yang masuk ke dalam bidang gambar, telitilah objeknya, foreground nya, dan background nya, jangan sampai ada penampakan lain selain foreground, objek, dan background nya.

Tips : sisakan sedikit ruang dalam bidang gambar untuk keperluan peng-editan.

Bidang warna merah adalah bidang yang sengaja saya ikut sertakan untuk keperluan editing

Setelah diedit
- POI ( Point of Interest )
     Sewaktu kita mengkomposisikan gambar kita juga sudah harus memiliki gambaran tentang tema / cerita / sesuatu yang menarik dari gambar yang akan kita ambil. Untuk gambaran lain tentang Point of Interest bisa di klik disini

7. Siapkan mental Anda
    

   II. Proses Editing

     Setelah selesai foto-foto, tahapan selanjutnya adlaah memprosesnya/ meng-edit nya menggunakan software image editor, adapun software-software yang  saya gunakan antara lain Adobe Photoshop CS2, Lucisart plugin for photoshop, AutoFX mistycal lighting, onOne mask pro, dan Adobe lightroom.

     Kenapa foto perlu di edit ? bagi saya editing foto bertujuan untuk melakukan koreksi terhadap kekurangan-kekurangan dari foto yang dihasilkan oleh kamera. FYI,berbeda dengan kamera analog yang menggunakan film, kamera digital menggunakan sensor untuk menangkap cahaya yang masuk, sedangkan sensor tersebut memiliki kontras yang berbeda dengan mata kita. Oleh karena itu diperlukan proses retouch dari hasil kamera.

     Proses retouch ini sangat berhubungan erat dengan proses pemotretan,      
    



Selasa, 18 November 2008

Tempel-Menempel


Lokasi : Daru- Tigaraksa

Mo coba nyusun-nyusun foto kayak yang gw liat di studio foto (Foto Album) ternyata susah juga, terutama kalo foto-foto yang diambil gak berkonsep... wekekekeke.....ya iya laahhh !!! tapi ya gimana, namanya juga coba-coba.. pake koleksi foto-foto lama...(blon sempet jalan-jalan lagi :D )

Senin, 28 Juli 2008

Infrared Effect - Adobe Photoshop

Buat yang gak punya filter IR!

Taken From : Tutorialelf (Online tutorial)

Infrared photography (also referred to as just IR) has been around for many years, but now with digital photography and Photoshop, creating the effect digitally is on the top of a lot of people's photography effects wish lists. There are some third-party plug-ins you can buy that will give you pretty decent IR effects, but you don't have to go that route. You can create some amazing infrared effects, both black and white and color, from right within Photoshop using the Channel Mixer (which is what we're going to do in this tutorial).

Before digital, you'd have to use special infrared film (Kodak made a popular brand of black-and-white infrared slide film) which had extended sensitivity to red colors that fall beyond what the naked eye (or traditional color film) could see. This IR film made blue skies look almost black, but it would keep the clouds looking white. It made green trees and grass look almost white, and if you used it on portraits, skin tones (eyes and teeth) took on an otherworldly feel, as well.

So, here are two different ways to achieve IR effects in Photoshop that people would swear were done with real IR film (which, by the way, is still made by a number of classic film manufacturers, including Kodak, who makes a High-Speed Infrared Black-and-White film, along with Ilford's SFX 200 IR film, and Maco's IR 820c film).

Step 1. OPEN THE PHOTO, THEN ADD A CHANNEL MIXER ADJUSTMENT LAYER

Open the photo you want to convert into an infrared image. The infrared look is often used with landscape photography (although you see it on portraits in some cases), so we're using a landscape photo here, with plenty of green grass, and some wisps of clouds in the sky. You'll use the Channel Mixer to create your infrared effect, so choose it from the Create New Adjustment Layer pop-up menu at the bottom of the Layers palettethe Channel Mixer dialog is shown in the next step.

Step 2. LEAVE THE RED AT +100%, INCREASE THE GREEN TO +200%, LOWER THE BLUE TO -200%

Generally, in landscape photos (like this one), we're trying to maximize the amount of green in the image, so we're going to pump up the green. Then we'll balance things out to where the values add up to 100% by subtracting from the Red and Blue channels. (Note: When we did our black-and-white conversions earlier, we weren't worried about adding up to 100%, but in infrared, if they don't add up to 100%, you'll have a color tint when you're done.) So, leave the Red at +100, for Green enter +200, and for Blue enter -200, but don't click OK yet.

Step 3. TURN ON THE MONOCHROME CHECKBOX, THEN LOWER THE CONSTANT TO PRESERVE HIGHLIGHTS.

Now, click the Monochrome checkbox at the lower-left corner of the dialog (as shown here) to convert the photo to black and white. If the whites in your image are blown out (they were in this image), lower the Constant slider until the whites aren't so blown out (I had to lower it to -34%). You can now click OK, and you've got a black-and-white infrared effect. You can stop at this point, or if you want a color infrared effect, go on to the next step (you'll want to continue on anyway, because we do a slightly different infrared technique after that).

Step 4. FOR A COLOR INFRARED EFFECT, CHANGE THE ADJUSTMENT LAYER'S BLEND MODE TO LIGHTEN

To bring the color effect into your black-and-white infrared, just change the blend mode of your Channel Mixer adjustment layer to either Lighten (as shown here) or Screen (if you choose Screen, lower the opacity until it looks right). As an optional step, you can add the white "glow" of classic film infrared photography by pressing X to set your Foreground color to white, flattening the image, then going under the Filter menu, under Distort, and choosing Diffuse Glow. Try setting the Graininess at 3, the Clear Amount to 15, then slowly drag the Glow Amount slider to the right until you get a slight glow without blowing out the highlights. Now, on to an alternate method.

Step 5. OPEN ANOTHER IMAGE

This next method works well when there's a nice rich sky with lots of blue, and with lots of clouds (like the photo shown here). This time we're going to use a couple of masks to get the traditional infrared effect, where the sky turns almost black but the clouds just pop out at you in stark white, and the tree leaves turn really white. It sounds bad, but it's a beautiful thing when done right.

Step 6. USE THE CHANNEL MIXER USING THE SAME VALUES AS BEFORE, BUT THIS BLOWS OUT THE HIGHLIGHTS

Create a Channel Mixer adjustment layer again, turn on the Monochrome checkbox, and enter these values: leave the Red at +100, increase the Green to +200, then decrease the Blue to -200 to create that black sky and white trees and ground, but don't click OK yet. Now, although the sky, clouds, and trees look great, the ground is completely and totally blown out. So, we're going to have to do a little layer masking to create the perfect infrared photo. This is the ideal photo to do this on because you'll run across plenty of images where you'll need to do the sky separately from the ground to keep detail in both areas.

Step 7. LOWER THE CONSTANT UNTIL THE GROUND DETAIL REAPPEARS, EVEN THOUGH THE SKY IS NOW TOO DARK

We're now going to temporarily sacrifice the sky to get the ground back, so drag the Constant slider to the left until the detail in the ground reappears (as shown here, where I had to lower the Constant to -60% to get the ground back), then click OK.

Step 8. WITH BLACK AS YOUR FOREGROUND COLOR, PAINT OVER THE SKY TO CONCEAL JUST THE SKY

Press X to set black as your Foreground color, then get the Brush tool (B), choose a large soft-edged brush, and start painting over the sky (don't worryyou're painting on the mask, not the photo itself). Paint over the entire sky, and as you paint in black, those infrared areas become hidden (concealed) from view, leaving just the ground still having the infrared effect applied. Your mask's thumbnail (in the Layers palette) will look like the one shown herewith black over the sky, and white revealing the Channel Mixer edits you made in the previous step.

Step 9. DUPLICATE THE ADJUSTMENT LAYER, THEN INVERT THE MASK BY PRESSING COMMAND-I (PC: CONTROL-I)

Now, duplicate the Channel Mixer adjustment layer (the quickest way is to just press Command-J [PC: Control-J]). Press Command-I (PC: Control-I) to Invert the mask, so now the black part (the concealed part) is at the bottom, and the white area (the part of the area to be revealed) is on top. Of course, at this point, all it looks like is that we brought the really dark sky from two steps ago right back, but we're about to fix that.

Step 10. REOPEN THE CHANNEL MIXER AND RAISE THE CONSTANT BACK UP TO 0%

In the Layers palette, double-click directly on the Channel Mixer adjustment layer's thumbnail to bring up the Channel Mixer dialog with the settings you last input. The Constant slider will still be set at -60%, so all you have to do (to bring back the nice sky again) is raise that back up to 0% to get the effect you see here, which combines the nice sky with the good detail ground. We used two different masks: (1) to create the good ground and cover the sky, and (2) to hide the ground and reveal the good sky. If you see any green along the ground where the two masks meet (like you do here), press X to set your Foreground color to white and just paint it away.

Step 11. IF ANY COLOR AREAS SHOW, PAINT OVER THEM IN WHITE TO COMPLETE THE EFFECT (AS SHOWN HERE)

Here's the final image, with that green painted away by painting on the mask in white. It combines the good sky and the good ground, which together create one heck of a realistic infrared black-and-white effect.


Kamis, 24 Juli 2008

Foto Untuk Nita & Rosi




Disuruh Moto-in ma nyokapnye Nita buat di taroh di depan tenda. Kalo gak bagus ya makelum aja,namanya juga amatiran :D.

Objek : Nita & Rosi
Lokasi : Daru, Tigaraksa, Banten.
Tukang Jepret : Si Keren



Jumat, 16 Mei 2008

Olah Digital Ala Bimbo Ratuk

1. Buat duplicate 􀃆 sebagai lembar kerja


2. Level 􀃆 untuk atur gelap terangnya, dilevel ini yang biasa saya lakukan adalah menggeser segi-tiga utk midtone kearah kanan dikit dan highlights ke kiri dikit sehingga kontrasnya lebih keliatan (panah )


3. Lakukan burn and dodge dengan Ctrl + Shift + N kemudian isi mode nya dengan “Overlay” dan klik kotak kecil dibawahnya, fungsi ini utk lebih membuat efek berdimensi dari gambar ini…


4. Lakukan sapuan dengan menggunakan soft BRUSH (opacy 2-5 %) ke area gelap dengan Range : Shadow dan black foreground secukupnya…(tergantung selera)


5. Lakukan sapuan dengan menggunakan soft BRUSH (opacy 2-5%) ke area terang dengan range: Highlights dan white foreground secukupnya…tergantung selera.

6. Untuk buat efek agak berkabut dilatar belakang, saya menggunakan Saturation trus saya geser Lightness-nya kearah kanan sampai ke posisi yg diinginkan.kemudian klik OK.


7. Klik soft Brush (panah biru) kemudian klik masking (panah merah) dan posisi foreground nya harus hitam (panah hitam), kemudian sapu gambar baian depan supaya lebih jelas dan tertinggal adalah efek kabut dibagian belakang.

8. Naikin warnanya 􀃆 klik Saturasi lagi kemudian geser ke kanan saturation-nya


Akhirnya didapatlah hasil seperti ini…



So sebenarnya, proses olahan itu sangat berpengaruh dari bahan mentah foto itu sendiri…jadi kalau memang lighting nya bagus yah hasil olahannya juga makin bagus..., utk foto suasana kaya gini saya biasa ambil sekitar jam 6 – 9 pagi atau jam 4 – 6 sore….Just for info yah..semoga bisa membantu…tapi prinsip nya dalam ngolah ini menurut saya cuma mainin gelap terang (dengan burn + dodge) plus ditambah naikin warna dikit…itu aja kok. Satu hal bahwa cara untuk menghasilkan gambar spt ini bisa dari beberapa cara bukan hanya dari cara yang saya lakukan…so sering2x berlatih pasti ntar ketemu cara sendiri deh…


Salam,
Ratukb2008
http://ratukb.multiply.com

Minggu, 20 April 2008

Ancol 2008


Dengan Awan

waktunya narsis lagi !.. eng-ing-eng... pasang tripod set timer... "pasang muka tebel"...begaya deh .. cpreettt !!!

Kamis, 17 April 2008

Olah Pewarnaan Ala Rarindra D. Prakarsa

Oleh: HarryantoTj, Har

Banyak member FN yang merasa penasaran bagaimana cara pengolahan warna yang dilakukan oleh Mas RDP (termasuk saya� ), dan dibawah ini saya coba untuk memberikan tips & trick yang saya tahu (belum tentu seperti yang dilakukan oleh mas RDP loh), tapi hasilnya sih bolehlah �.

Ok, kita segera mencoba untuk melakukan experiment.

1. Buka file yang akan diolah, dalam hal ini saya menggunakan gambar seperti dibawah ini:



2. Lakukan edit level sesuai selera.
3. Langkah selajutnya adalah kita akan melakukan pewarnaan / perubahan warna sesuai dengan yang kita inginkan.
4. Duplicate layer dengan cara clik kanan di layer yang akan di-duplicate (dalam hal ini layer background).
5. Akan keluar pilihan untuk memberi nama layer, terserah Anda ingin menamakan apa, tapi saya sarankan untuk menamakan sesuai dengan warna (misal jika kita ingin melakukan pewarnaan hijau, beri nama hijau pada layer yg bersangkutan). Penamaan layer ini tdk harus.



6. Masih di layer yang baru, pilih Image, Adjustment, Color Balance (cara cepat Ctr + B)



7. Geser ke kiri atau ke kanan untuk mendapatkan warna yang diinginkan, Pilih juga yang akan dirubah Shadows, Midtones, atau Highlights. Jangan takut melakukan beberapa experiment. Jika sudah mendapatkan warna yang diinginkan click ok.
8. Masih di layer yang aktif, pilih Layer Mask, lalu gunakan brush tool untuk menghilangkan bagian-bagian yang tdk disukai. Untuk menghilangkan, foreground harus berwarna hitam, untuk mengembalikan foreground berwarna putih. Lihat gambar.



Gambar dibawah ada jika hanya layer orange yang diaktifkan, sebagian tdk berwarna orange karena dihilangkan menggunakan Layer Mask.



9. Lakukan langkah 4-8 untuk beberapa warna lainnya.
10. Setelah selesai dengan semua warna yang kita inginkan, lakukan Flatten Image, dengan cara, click tanda panah dibagian kanan atas, pilih Flatten Image.
11. Kita sudah mencapai tahap akhir pewarnaan. Langkah selanjutnya adalah membuat gambar menjadi soft. Saya menggunakan program NeatImage, jika tdk ada dapat menggunakan Gausiaan blur yang ada di filter Photoshop, saya menggunakan 0.3 pixel.
12. Kita akan membuat gambar lebih tajam dengan cara menggunakanUnsharp Mask, dengan cara, pilih Filter, Sharpen, Unsharp Mask. Untuk nilainya terserah selera masing-masing.
13. Langkah terakhir adalah menggunakan Burn/Dodge Tool, silahkan di Burn/ Dodge area mana saja yang kita inginkan, tergantung selera.

Kira-kira setelah beberapa layer "dipermak" akan terlihat seperti ini:



Sebagai "pemanis", kadang kita inginkan ada warna extreme berupa warna yang gelap - tapi bukan hitam pekat. Ini bisa dilakukan dengan cara semprot menggunakan Brush tool. Pilih area yang akan diberi warna. Lalu ubah blending mode menjadi Overlay atau Soft Light.



Langkah-langkah yang saya gunakan memang panjang, kelebihan menggunakan cara ini adalah kita dapat mengatur kembali warna-warna yang kita sukai / tdk sukai, karena kita menggunakan multi layer dan layer mask.

Hasil akhir dapat dilihat di :